Kamis, 23 Oktober 2014

Situs Resmi Mossad Milik Israel Diserang Ramai-ramai oleh Hacker

Beberapa kelompok hacker baru saja melakukan kolaborasi dalam melakukan penyerangan situs milik pemerintah Israel. Situs tersebut adalah situs resmi Mossad yang merupakan sebuah lembaga intelejen Israel.

Tercatat tiga kelompok hacker telah melakukan penyerangan secara bersamaan, yakni Anonymous, RedHack dan Sector 404. Dan, dalam penyerangan cyber tersebut, para hacker pun berhasil mencuri beberapa data rahasia yang ada di situs Mossad.gov.il.
Dari metode penyerangan yang dilakukan, nampak bahwa para hacker tersebut melakukannya secara terorganisir. Dikutip dari HackRead, hacker Sector 404 bertugas untuk melancarkan serangan distributed denial-of-service (DDOS). Sementara Anonymous dan RedHack bertugas untuk mengambil data rahasia.
Dalam data tersebut, terdapat informasi personal mengenai 30 ribu orang. Orang-orang tersebut pun berasal dari berbagai kalangan, dari para politisi, pegawai pemerintah, militer serta petugas kepolisian.

Hacker Anonymous Serang GoDaddy, Jutaan Situs Down

Seorang hacker yang tergabung dalam kelompok Anonymous kembali beraksi. Kali ini para hacker tersebut menunjuk situs web hosting raksasa dunia, GoDaddy.

Menurut laporan yang diperoleh dari Ubergizmo, anggota Anonymous yang bertanggung jawab dalam penyerangan tersebut adalah seorang hacker dengan akun Twitter AnonymousOwn3r. Akibat dari penyerangan GoDaddy tersebut, jutaan situs dunia down.
Situs-situs yang down tersebut juga tidak hanya terjadi pada mereka yang memiliki hosting di web tersebut. Bahkan situs yang meregistrasikan domainnya melalui GoDaddy pun ikut-ikutan terkena getahnya. Hal ini karena penyerangan ini menargetkan DNS yang menghubungkan link domain yang dihostingkan oleh GoDaddy ke server.
Hacker tersebut sendiri menjelaskan bahwa penyerangan tersebut bukanlah kebijakan dari kelompok. Dia menjelaskan bahwa hal tersebut dia lakukan atas nama personal. Peretasan tersebut dilakukannya untuk menunjukkan adanya lubang besar dalam keamanan yang dimiliki oleh GoDaddy.

Hacker Israel Serang Iran, 91 Situs Jadi Korban

Seorang hacker yang menamakan dirinya Yourikan (you_r!k@n) melakukan penyerangan terhadap situs iran. Total terdapat 91 situs yang berhasil di-deface oleh Yourukan. Bahkan di antara korbannya tersebut terdapat sebuah situs yang dimiliki oleh lembaga pemerintah, situs milik universitas dan milik perusahaan terkenal.

Dalam sebuah wawancara dengan Infosec Island, Yourikan mengatakan bahwa penyerangan tersebut dilakukannya terkait protes terhadap program nuklir Iran. “Ini adalah penyerangan terhadap Iran yang mendukung terorisme dan mengembangkan senjata nuklir untuk menghancurkan ISrael. Israel tidak akan menolerir teror, Israel tidak akan menerima nuklir Iran,” jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa sebenarnya dia bisa melakukan lebih daripada sebuah aksi deface situs. Namun, dia memilih untuk melakukan deface karena tidak ingin ‘melukai’ rakyat Iran.
Aksi hacker Yourikan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada akhir Juli lalu, hacker yang sama juga menyerang situs yang dimiliki oleh Kementerian Energi Iran. Saat itu, dia beralasan bahwa penyerangan tersebut sebagai bentuk protes pemboman yang terjadi di Bulgaria dan mengakibatkan korban warga Israel.

Hacker Berhasil Curi 2 Juta Password Berbagai Akun Jejaring Sosial

Bagi Anda yang suka berselancar berbagai jejaring sosial, nampaknya harus segera mengganti password. Hal ini karena akun jejaring sosial Anda kemungkinan menjadi salah satu korban pencurian password oleh hacker.

Lembaga security Trustwave mengatakan bahwa para hacker telah melakukan aksi pencurian nama user beserta password berbagai jenis jejaring sosial. Total terdapat 2 juta kombinasi akun dan password yang berhasil mereka curi. Data yang dicuri oleh hacker tersebut di antaranya adalah akun di Facebook, Google, Twitter serta Yahoo.
Untuk melakukan aksi pencurian password dan akun jejaring sosial, para hacker tersebut menggunakan malware yang telah terinstal di sejumlah komputer. Belum ada informasi sejauh mana penyebaran malware yang mampu melakukan pencurian data jejaring sosial tersebut.
Dari sekian banyak data yang dicuri, paling besar adalah akun Facebook yang mencapai 318 ribu akun. Selanjutnya terdapat 70 ribu akun Google, 60 ribu akun Yahoo serta 22 ribu akun Twitter. Pihak Trustwave pun mengatakan bahwa mereka telah menghubungi perusahaan-perusahaan jejaring sosial tersebut mengenai kemungkinan adanya pencurian akun ini.

Hacker Suriah Berhasil Mengambil Alih Akun Twitter Microsoft


Para hacker Suriah yang tergabung dalam Syria Electronic Army (SEA) baru saja menyerang akun Twitter milik Microsoft. Para hacker tersebut pun sempat menuliskan beberapa Tweet di akun tersebut. Namun pada saat ini, Microsoft berhasil mengambil alih akun tersebut.
twitter microsoft
Melalui akun Twitter @MSFTnews milik Microsoft, para hacker itu pun menyampaikan pesannya kepada publik. Mereka mengatakan bahwa Microsoft menjual dan memberikan data user Outlook serta Hotmail kepada pemerintah.
hacker suriah
Tak hanya akun Twitter @MSFTnews. Para hacker tersebut juga sebelumnya mengambil alih akun @XboxSupport. Akun ini pun sempat berada di kendali para hacker sekitar satu jam. Selanjutnya, Microsoft pun membersihkan sisa-sisa keberadaan SEA di akun tersebut.

Jejaring Sosial MeetMe Berhasil Diretas oleh para Hacker, Data Penting Pengguna Berhasil Dicuri

Berbagai jenis jejaring sosial saat ini memang banyak bermunculan. Namun sayangnya, tak semua jejaring sosial yang ada mempunyai sistem keamanan bagus. alah satunya adalah sebuah jejaring sosial bernama MeetMe. Hal ini terbukti karena jejaring sosial tersebut berhasil dibobol oleh para hacker.
Aksi pembobolan tersebut ditemukan terjadi pada rentang tanggal 5 hingga 7 Agustus 2014. Namun pihak perusahaan mengungkapkannya kepada publik pada tanggal 15 Agustus setelah mereka melakukan tindakan pencegahan. Tak hanya itu, MeetMe pun telah memberikan notifikasi kepada para pengguna yang terindikasi menjadi korban peretasan.
logo meetme
Tak diketahui berapa jumlah user yang menjadi korban aktivitas peretasan para hacker ini. Namun data-data penting seperti nama user, alamat email serta password berhasil dicuri. Pihak Meetme pun menyarankan para penggunanya untuk segera mengganti password yang mereka gunakan. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif.
MeetMe merupakan sebuah jejaring sosial dengan jumlah pengguna yang cukup banyak. CEO MeetMe Geoff Cook mengungkapkan kalau mereka berhasil mendapatkan sebanyak 1 juta pengguna MeetMe Mobile pada bulan Juli lalu. Dan tren tersebut terus mengalami peningkatan.

Hacker atau Cracker?

                                                                   Hacker atau Cracker?
                                                                     ———————-
 Jangan dulu punya anggapan buruk dengan yang namanya Hacker, karena anda mesti tahu seperti apa Hacker sejati itu. Masalahnya, ada sekelompok orang yang menyebut-nyebut dirinya sebagai Hacker padahal mereka itu adalah seorang Cracker. Hacker sejati sebenarnya tidak sejahat (atau bahkan tidak jahat sama sekali) seperti yang kebanyakan dipikirkan orang. Hacker adalah sekumpulan atau beberapa kelompok yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengengetahuan dan sharing informasi bebas tanpa batas. Hacker adalah seseorang yang tertarik untuk mengetahui secara mendalam mengenai kerja suatu system,komputer, atau jaringan komputer. Mereka terdiri dari para programer yang ahli jaringan. Mereka jugalah yang berjasa membangun Internet lewat pengembangan sistem operasi UNIX. Istilah Hacker sendiri lahir sekitar tahun 1959 dari MIT(Massacusetts Institute of Technology), sebuah universitas di Amerika yang terdiri dari orang-orang cerdas namun cenderung tidak mempercayai adanya Tuhan (Atheis). Saat itulah semua berawal, dari sebuah ruangan baru, “EAM room” pada Building 26 MIT, sebuah tempat yang merupakan nenek moyang dari “dunia baru” yang kini kita kenal, tempat nenek moyang sebuah mesin yang kini kita sebut sebagai “komputer”, mesin yang mampu membawa kita menuju kelebihbaikan dengan kebebasan informasi, dunia para Hacker sejati. Para Hacker selalu bekerjasama secara sukarela menyelesaikan masalah dan membangun sesuatu. Mereka selalu berbagi informasi, memberi jawaban serta berlomba-lomba untuk berbuat yang terbaik agar dihormati di lingkungannya. Mereka tidak pernah berhenti belajar untuk menjadi ahli dan sangat anti untuk melakukan sesuatu berulang-ulang dan membosankan. Mereka berpedoman pada kata-kata bijak : “Untuk mengikuti jalan – pandanglah sang ahli – ikuti sang ahli – berjalan bersama sang ahli – kenali sang ahli -jadilah sang ahli ” Sementara itu, para cracker sibuk untuk memuaskan diri mereka dengan aktivitas Cracking. mulai dari membobol komputer, menebar virus (tanpa tujuan – beberapa Hacker sejati ada yang menulis virus namun dengan tujuan yang jelas), hingga mengakali telepon (Phreaking). Para Hacker menyebut mereka sebagai orang malas yang tidak bertanggung jawab. Jadi, sangat tidak adil jika kita tetap menganggap bahwa Hacker itu jahat dan menakutkan karena sangat jelas bahwa Hacker bersifat membangun sementara Cracker bersifat membongkar. Ingin jadi seorang Hacker?? Tidak ada kata sulit bagi mereka yang mau belajar. Untuk menjadi seorang Hacker anda harus menguasai beberapa bahasa pemrograman dan tentu saja sikap-sikap yang bisa membuat anda diterima di lingkungan mereka. Biasanya calon Hacker memulai dengan belajar bahasa [Python] karena bahasa ini tergolong bahasa pemrograman yang termudah. Bahasan mengenai bahasa ini bisa anda lihat di http://www.python.org. Setelah itu anda juga harus menguasai [java] yang sedikit lebih sulit akan tetapi menghasilkan kode yang lebih cepat dari Python, [C], [C++] yang menjadi inti dari UNIX, dan [Perl] (www.perl.com ) serta [LISP] untuk tingkat lanjut. Setelah menguasai semua kemampuan dasar diatas, calon Hacker disarankan untuk membuka salah sati versi UNIX open-source atau mempelajari LINUX, membaca kodenya, memodifikasi dan menjalankannya kembali. Jika mengalami kesulitan, disarankan untuk berkomunikasi dengan club pengguna Linux [ http://www.linpeople.org Sisi menarik dari seorang Hacker adalah dimana mereka saling bahu-membahu dalam menyelesaikan sebuah masalah dan membangun sesuatu. Tetapi sayangnya, kehidupan mereka yang menghabiskan 90% waktunya untuk aktivitas Hacking bukanlah hal yang baik. Kalau memang benar-benar ingin jadi Hacker, jadilah Hacker yang baik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi untuk mengembangkan da’wah Islam. —————————— Manifesto Sang Hacker —————————— It happened again today. Another one sold out, sacrificing their dreams to the corporate security machine. Damn whitehats, noone believes in a cause anymore. Another bug was released today to the security mailing lists. Damn Whitehats, they know not what they do. Another potential computer genius was relegated to an existence of nothing more than a 9-5 cubicle-dwelling promotional tool. Damn whitehats, putting money before discovery. Another family was ravaged by cooperations and governments bent on instituting control over individuality, monitoring every action.. Another kid was sentenced today for searching for a way to understand the world. Convicted and imprisoned, not because of what he did, but because of what others thought he could do. Damn Whitehats – Fear keeps them in business. The public, believing anything it hears from “reputed experts”. Screaming for blood. Looking for something to blame for their lost hope. Their lost ability to seek out new knowledge. Fear consumes them. They cannot let go of their uncertainty and doubt because there is no meaning. They seek to destroy explorers, outlaws, curiosity seekers because they are told too. They are told these people that seek information are evil. Individuality is evil. Judgment should be made based upon a moral standard set in conformity rather than resistance. Lives are ruined in the name of corporate profit and information is hoarded as a commodity. Damn Whitehats, you were once like us. I was a Whitehat. I had an awakening. I saw the security industry for what is really is. I saw the corruption, the lies, the deceit, the extortion of protection money in the form of subscription services and snake-oil security consultants. I wanted to know, I wanted to understand, I wanted to go further then the rest. I never want to be held down by contracts and agreements. You say I should grow up. You say I should find better things to do with my time. You say I should put my talent to better use. You’re saying I should fall in line with the other zombies and forget everything I believe in and shun those with my drive, my curiosity, tell them it’s not worth it, deny them of the greatest journey they will ever experience in their lives. I am not a blackhat. The term is insulting, it implies I am the opposite of you. You think i seek to defeat security, when I seek something greater. I will write exploits, travel through networks, explore where you are afraid to go. I will not put myself in the spotlight and release destructive tools to the public to attract business. I will not feed the fear and hysteria created by the security industry to increase stock prices. I can, and will, code and hack and find out everything I can for the same reasons I did years ago. I am a Hacker, dont try to understand me, you lost all hope of that when you crossed the line. You fail to see the lies and utter simplicity behind the computer security industry. Once, you may have shared my ideals. You fail to see the fact that security is a maintenance job. Youve given up hope for something better. You fail to see yourself as worthless, fueling an industry whose cumulative result is nothing. I dont hate you, I dont even really care about you – If you try to stop me, you will fail, because I do this out of love — you do it for money. This is our world now.. the world of the electron and the switch, the beauty of the baud. We make use of a service already existing without paying for what could be dirt cheap if it wasn’t run by profiteering gluttons, and you call us criminals. We explore… and you call us criminals. We seek after knowledge… and you call us criminals. We exist without skin color, without nationality, without religious bias… and you call us criminals. You build atomic bombs, you wage wars, you murder, cheat and lie to us and try to make us belive it is for our own good, yet we’re the ciminals. Yes, I am a criminal. My crime is that of curiosity. My crime is that of judging people by what they say and think, not what they look like. My crime is that of outsmarting you, something that you will never forgive me for. I am a Hacker, and this is my manifesto. You can’t stop me, and you certainly can’t stop us all. ———————— Etika Hacker ———————— * Akses ke komputer-komputer – dan segala sesuatu yang berpotensi untuk mengajarmu mengenai dunia ini haruslah bebas dan total. Semua informasi haruslah tersedia secara bebas / cuma-cuma. * Jangan percaya otoriter/kemapanan – dukung desentralisasi. * Hackers haruslah dinilai berdasarkan kemampuan hackingnya – bukannya berdasar kriteria seperti derajat, umur, ras, atau posisi. Anda bisa berkarya seni dan keindahan melalui komputer. Komputer dapat merubah hidupmu menuju kelebih baikan. Sedangkan dalam prakteknya, Etika Hacker diatas (prinsip) dipraktekkan dengan mengikuti kode etik: * Jangan merusak sistem manapun secara sengaja. (rmrf hard disk, crash, overflow, dll. Mengubah tampilan index.html sebuah website sah-sah saja asalkan file aslinya disimpan di sistem yang sama dan bisa diakses oleh administrator.) * Jangan mengubah file-file sistem selain yang diperlukan untuk mengamankan identitas anda. * Jangan meninggalkan nama asli anda (maupun orang lain), handle asli, maupun nomor telepon asli di sistem apapun yang anda akses secara ilegal. Mereka bisa dan akan melacak anda dari handle anda. * Berhati-hatilah dalam berbagi informasi sensitif. Pemerintah akan menjadi semakin pintar. Secara umum, jika anda tidak mengenal siapa sebenarnya lawan bicara/chatmu, berhati-hatilah! * Jangan memulai dengan mentargetkan komputer-komputer milik pemerintah. Ya, ada banyak sistem milik pemerintah yang cukup aman untuk di-hack, namun resikonya lebih besar dari keuntungannya. Ingat, pemerintah punya dana yang tak terbatas dibanding dengan ISP/Perusahaan yang objektifnya adalah untuk mencari profit.. ————————————– Tingkatan-tingkatan Dalam Dunia Hacker ————————————– Elite : Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistemoperasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil,menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada. Semi Elite: Hacker ini biasanya lebih mudadaripada Elite.Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecilprogram cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh Hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer. Developed Kiddie: Sebutan ini terutamakarena umur kelompok ini masih muda (ABG)&masih sekolah. Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya.Umumnya mereka masih menggunakan Grafik UserInterface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi. Script Kiddie: Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet. Lamer: Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan yang ingin menjadi Hacker (wanna-be Hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang Hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja. ———————————- Hacking Scene di indonesia. ———————————- Pada era 80-an hingga 1994, lahirlah para Hacker Indonesia yang boleh dibilang masih “ASLI”. Pada umumnya mereka lahir secara otodidak dan secara kebetulan memiliki akses jaringan. Biasanya terdiri dari para pegawai perusahaan-perusahaan besar atau instansi-instansi pemerintah. Mereka ini terdiri dari orang-orang yang berkecimpung di bidang UNIX, VAX/VMS, dan tentu saja ahli jaringan. Ketika Internet mulai marak di Indonesia, mulailah masyarakat begitu antusias mempelajari komputer terutama network security. Jika dulunya tidak ada aktivitas yang bersifat merusak, kini perlahan hal itu mulai berubah. Remaja-remaja ABG mulai “berterbangan” di Internet, mencari tutorial-tutorial baru, mencari pengetahuan-pengetahuan komputer yang tidak mereka dapatkan di sekolah. Mereka menjadi semakin pintar, bahkan melebihi guru-guru di sekolah mereka. Namun layaknya seorang ABG, sebagian besar dari mereka jiwanya masih labil. Pengetahuan mereka masih sangat minim dan memiliki semangat tinggi untuk merusak. Mereka masih belum mengerti arti “Hack” yang sebenarnya. Mereka dengan sombong dan tidak tau malu menyebut diri mereka Hacker hanya karena berhasil mengakali Billing, menjalankan email BOMB, menjalankan exploit-exploit. Padahal mereka sama sekali tidak tau bagaimana tool yang mereka gunakan itu sendiri bekerja. Mereka tidak mengenal sang system, namun dengan sombong mereka menyebut dirinya Hacker. Tanpa tau apa itu TCP/IP, namun dengan banga menyebut dirinya Hacker. Padahal para Hacker sejati Indonesia yang kemampuannya sudah setara dengan para wizard di Amerika dengan tegas menolak dirinya disebut Hacker lantaran masih selalu merasa ilmu yang dimilikinya belum cukup. Yeah, inilah Hacking Scene (pangung perhackingan) di Indonesia yang cukup menyedihkan ^_^ namun bisa juga diangap wajar dan manusiawi :) Akan tetapi tidak semua dari mereka yang hanya bermulut besar. Tentu saja pasti ada diantaranya yang benar-benar memiliki kemampuan walaupun jumlahnya sedikit. Mereka yang sedikit ini kemudian banyak yang mengadakan pertemuan-pertemuan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Mereka tetap berexplorasi dan mencari pengetahuan, beraktivitas seperti biasa di lingkungannya tanpa menimbulkan kecurigaan atau prasangka dari masyarakat sekitarnya. Dari pertemuan-pertemuan yang dilakukan, mulailah bermunculan organisasi-organisasi Hacker dan Cracker. Diantaranya yang cukup ternama ialah: AntiHackerlink (sudah tidak kedengaran lagi keberadaannya), Crack Sky (biasa juga dikenal sebagai Cracker Society, sebuah organisasi Underground yang berpusat di Surabaya), Kecoak Elektronik, ECHO, Jasakom Community, IndoHack, Secreet Colony, dan masih banyak lagi. Pada umumnya setiap daerah memiliki organisasi-organisasi sendiri dan nama organisasi disesuaikan dengan daerah asal mereka. Misalnya untuk komunitas Hacker Batam biasa menyebut dirinya Batam Hacker, untuk daerah malang biasa menyebut dirinya MalangHackerlink, dan lain sebagainya. Aktivitas-aktivitas yang kini mereka lakukan cukup beragam. Pada umumnya ialah memoderasi forum-forum dan milis besar, menjadi OP di IRC-IRC Channel ternama, saling berbagi pengetahuan dengan menulis tutorial-tutorial, Artikel, Advisories seputar bugs-bugs baru beserta cara pencegahannya, mengadakan seminar-seminar tentang Network Security, menulis program open-source, serta melakukan berbagai aktivitas “Hack” sebagai sarana pemenuhan kebutuhan untuk berexplorasi. Pada umumnya para Hacker peka terhadap keadaan lingkungannya. Anggapan bahwa mereka adalah orang-orang yang individualis dan egois tampaknya harus segera dihapuskan. Hal ini telah lama terbukti, anda bisa menyaksikan sendiri bagaimana pertarungan para Hacker Indonesia dengan Hacker-Hacker Malaysia saat negara itu ingin merampas Ambalat dari Indonesia. Atau perseteruan Hacker Indonesia melawan Hacker-Hacker dari Australia saat mereka mengusik Indonesia. Inilah cara berbeda para Hacker dalam mempertahankan negaranya, bukan dengan senjata, bukan dengan kekerasan, namun dengan ilmu pengetahuan. sumber : spyrozone.com